Perjalanan distribusi bantuan kali ini membawa kami menyusuri pelosok Cikidang Sukabumi hingga Caringin Bogor. Setiap langkah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ikhtiar menghadirkan harapan bagi para santri yang dengan penuh kesederhanaan terus menjaga cahaya ilmu dan Al-Qur’an.
Pesantren Miftahul Falah menjadi salah satu titik awal kunjungan kami. Di pesantren sederhana yang berada jauh di pelosok Cikidang Sukabumi ini, sekitar 20 santri putra dan putri menuntut ilmu tanpa dipungut biaya sepeser pun. Di tengah keterbatasan, semangat mereka justru terasa begitu kuat. Bantuan berupa beras dan mushaf Al-Qur’an kami hadirkan dengan harapan dapat menambah energi dan semangat belajar para santri di pondok tercinta mereka.
Perjalanan dilanjutkan ke Pesantren Nurul Falah 2, sebuah pondok dengan jumlah santri yang cukup besar, sekitar 140 santri putra dan putri. Menariknya, beberapa santri bahkan berasal dari daerah yang cukup jauh, hingga Bogor. Di pesantren ini, para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga diajarkan keterampilan bercocok tanam agar kelak memiliki bekal kemandirian. Bantuan beras dan Al-Qur’an dari Yayasan Takrimul Qur’an disambut dengan wajah-wajah penuh syukur, menjadi penyemangat baru dalam menuntut ilmu dan mengasah keterampilan hidup.
Di kawasan Cikidang Sukabumi pula, kami menyambangi Pesantren Hidayatus Shibyan. Jumlah santri mukim di pesantren ini memang tidak terlalu banyak, namun pondok ini telah memiliki sekolah formal sehingga santri non-mukimnya cukup ramai. Keceriaan terpancar jelas ketika bantuan beras dan Al-Qur’an kami serahkan. Para santri dan pengelola pondok menyampaikan rasa bahagia dan berjanji akan terus menjaga semangat belajar serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kunjungan berikutnya membawa kami ke Pesantren Al Husaeniyah di Caringin, Kabupaten Bogor. Pesantren ini merupakan yang terbesar dari beberapa pesantren yang kami kunjungi, dengan jumlah santri mencapai sekitar 240 santri putra dan putri. Meski jumlah santrinya banyak, pesantren ini tetap berdiri dengan prinsip gratis tanpa memungut biaya dari para santri. Pada kesempatan ini, kami menyalurkan bantuan berupa dua karung beras dan 20 mushaf Al-Qur’an. Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan kebutuhan harian dan menguatkan semangat para santri dalam menghafal dan mempelajari Kalamullah.
Sebagai penutup rangkaian distribusi, kami juga menyalurkan amanah ke TPQ Al Jabbar Cikidang Sukabumi, tempat anak-anak belajar mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an dengan penuh ketulusan. Senyum polos mereka menjadi pengingat bahwa setiap mushaf yang dibagikan adalah investasi jangka panjang untuk generasi Qur’ani masa depan.
Semoga setiap butir beras yang dibagikan menjadi energi kebaikan, dan setiap mushaf Al-Qur’an yang diterima menjadi cahaya yang terus menerangi langkah para santri. Terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah membersamai langkah kebaikan ini. Bersama, kita terus menanam harapan dan menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala.












