Distribusi Sedekah Buka Puasa untuk 200 Santri Ponpes Al Idrisyiah

Menjelang maghrib, langit mulai meredup. Di halaman Pondok Pesantren Al Idrisyiah, suasana terasa berbeda -lebih hangat, lebih hidup. Ada senyum yang ditahan, ada perut yang mulai bergetar pelan, ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan sebelum adzan benar-benar berkumandang.

Alhamdulillah, Yataqu menyalurkan sedekah buka puasa untuk 200 santri. Bukan sekadar paket makanan. Bukan hanya takjil dan nasi hangat. Tapi perhatian. Kepedulian. Rasa bahwa perjuangan mereka dalam menuntut ilmu tidak berjalan sendirian.

Sejak sore, para santri tetap duduk melingkar. Sebagian mengulang hafalan, sebagian lagi menekuni kitab dengan sorot mata yang serius. Lapar memang terasa, tapi semangat mereka tidak ikut melemah. Justru di momen seperti inilah, keteguhan itu terlihat paling jujur.

Ketika adzan maghrib akhirnya menggema, tangan-tangan kecil itu terangkat. Doa dibisikkan pelan. Lalu suapan pertama masuk dengan rasa syukur yang mungkin sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sederhana, tapi membahagiakan.

Bagi Yataqu, program ini bukan hanya agenda distribusi. Ini tentang menghadirkan senyum di wajah-wajah yang kelak akan menjadi penerang umat. Ini tentang membersamai langkah mereka – meski hanya lewat sepiring makanan saat berbuka.

Semoga setiap butir nasi yang tersaji menjadi energi untuk terus belajar. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan berbuah pahala yang mengalir tanpa henti. Dan semoga kebersamaan dalam kebaikan ini tidak berhenti di satu sore Ramadan saja, tetapi terus tumbuh, diam-diam, seperti doa yang tak pernah putus.

You cannot copy content of this page