Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Ada kehangatan, ada harapan, dan tentu saja ada banyak tangan yang saling membantu. Dalam semangat itulah Yataqu kembali menyalurkan amanah para donatur dengan mendistribusikan bantuan kurma ke beberapa pondok pesantren di wilayah Kabupaten Bogor.
Perjalanan distribusi ini menyasar sejumlah pesantren yang menjadi tempat ratusan santri menimba ilmu setiap harinya. Salah satunya adalah Pondok Salafi Al-Bayan yang berada di Kampung Petir, Kecamatan Dramaga. Bantuan diterima oleh Ki Bedug sebagai perwakilan pesantren. Di pesantren ini, sekitar 130 santri menjalani aktivitas belajar dan ibadah. Pihak pimpinan pesantren menyambut bantuan tersebut dengan respon yang baik dan penuh rasa syukur.
Distribusi kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Al-Giffari di wilayah Leuwiliang. Bantuan diserahkan kepada Ustadz Faris yang mewakili pesantren. Dengan jumlah sekitar 280 santri, pesantren ini menerima dua dus kurma yang nantinya akan menjadi bagian dari hidangan berbuka bagi para santri selama Ramadan.
Di tempat lain, Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-I’tishom yang dipimpin oleh K.H. Jajang Misbahudin juga menjadi salah satu penerima amanah. Berlokasi di Kampung Kali Pasir, Desa Leuwisadeng, pesantren ini turut merasakan manfaat dari program berbagi yang digagas oleh Lembaga Yataqu.
Perjalanan kebaikan itu juga singgah di Pondok Pesantren Modern Darul Ma’arif yang berada di wilayah Karehkel, Kecamatan Leuwiliang. Bantuan diterima oleh Ibu Endah sebagai perwakilan pesantren. Dengan jumlah sekitar 200 santri, pesantren ini menerima dua dus kurma yang akan dibagikan kepada para santri untuk menemani waktu berbuka.
Tak berhenti di sana, distribusi dilanjutkan ke Pondok Modern Miftahul Huda IV di Kampung Bubulak, Desa Ciaruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang. Bantuan diserahkan kepada Ustadz Nandi. Pesantren ini membina sekitar 300 santri, sehingga bantuan kurma yang diberikan diharapkan dapat menambah kebahagiaan para santri saat berbuka puasa.
Sementara itu, Pondok Pesantren Sunanul Huda Al Mukri di Kampung Sawah Wetan, Leuwiliang, juga menerima bantuan serupa. Penyaluran diterima oleh Ibu Anita Sari, S.Pd. Pesantren ini menaungi sekitar 70 santri, dan pihak pimpinan menyampaikan respon yang sangat baik serta apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Bagi Yataqu, distribusi ini bukan sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga rantai kebaikan – menghubungkan para dermawan dengan para santri yang setiap hari menghidupkan pesantren dengan ilmu dan ibadah. Harapannya sederhana namun penuh makna: semoga setiap kurma yang dibagikan menjadi sumber energi bagi para santri, sekaligus menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur.

















