Ada sesuatu yang selalu menggetarkan hati ketika amanah itu benar-benar sampai. Bukan sekadar angka. Bukan cuma paket. Tapi cerita – tentang tangan yang memberi dan tangan yang menerima, yang dipertemukan oleh Allah dalam satu garis kebaikan.
Kali ini, Yataqu kembali melangkah menuju Kp. Gede, Desa Gunung Bunder Dua, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Di sanalah Pondok Pesantren Miftahul Hidayah berdiri – tenang, bersahaja, di antara udara sejuk dan semangat para santri yang tak pernah padam.
Sebanyak 25 paket beras dan 10 kilogram kurma disalurkan. Angkanya mungkin terlihat sederhana. Tapi di dapur pesantren, itu berarti kepastian. Di ruang belajar, itu berarti ketenangan. Di hati para santri, itu berarti mereka tidak berjalan sendirian.
Beras akan menjadi nasi hangat yang menguatkan langkah mereka setiap hari. Kurma akan menjadi manis yang menyelip di sela-sela lelah – mengenyangkan, menyehatkan, sekaligus mengingatkan pada sunnah yang penuh keberkahan.
Bantuan ini bukan hanya soal logistik. Ini tentang kepedulian yang bergerak. Tentang doa-doa yang mungkin tak terdengar, tapi naik perlahan ke langit. Semoga setiap butir beras menjadi pahala yang terus mengalir. Semoga setiap genggam kurma menjadi saksi cinta dan kebaikan.
Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya. Kebaikan Anda hidup – di piring-piring sederhana para santri, di doa-doa mereka setelah belajar, dan insyaAllah, di sisi Allah sebagai amal yang tak terputus.













