Penyesalan Orang-orang Kafir di Akhirat

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah..Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan tentang penyesalan orang-orang kafir di akhirat, ketika sudah terlambat pintu taubat itu bagi mereka. Allah berfirman:.“Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 2)Dan firman-Nya:ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَ مَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ“Biarkanlah […]
KEUTAMAAN DARI SHOLAT BERJAMA’AH

Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang melaksanakan sholat secara berjama’ah.Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :.صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا […]
DOA MEMOHON DIJAUHKAN DARI ORANG-ORANG ZALIM

فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”. (QS. al-Qasas : 21).(Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir) apakah dirinya akan dapat dikejar oleh […]
Gerakan Sedekah Beras untuk Pesantren

Assalamu’alaykum sahabat takrimul qur’an…Kita harus selalu bersyukur ketika terdapat kekurangan dari sisi ekonomi pada diri kita, apapun yang ingin kita makan masih dapat kita penuhi, sementara diluar sana ketika dalam kondisi pandemi ini banyak sekali yang kesulitan untuk mencari makan sehari-hari mereka.Berdasarkan kondisi tersebut maka takrimul qur’an membuat program baru yaitu “Bantuan beras untuk pesantren […]
Manusia sering takjub kepada makhluk di luar dirinya, tetapi lupa kepada dirinya sendiri

Padahal, Pada dirinya banyak hal yang layak ditakjubi… Pada dirinya terdapat tanda2 kebesaran Alloh Ta’ala… وَفِیۤ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ[QS. 51/21] MAHA BESAR ALLOH PENCIPTA SEGALA-nya الله أكبرالله أكبر الله أكبر
Allah Menjamin

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata:.تَكَفَّلَ اللّٰهُ لِمَنْ قَرَأَ القُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيْهِ أَنْ لَا يَضِلُّ فِي الدُنْيَا وَلَا يَشْقَى في الآخرةِ.“Allah menjamin tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa-apa yang terkandung di dalamnya.”.Syarh Aqidah Thohawiyah: 13
MEREKA BUTUH AL-QUR’AN BARU KARENA YANG ADA SUDAH LUSUH

Ketika mereka telah terbiasa membaca al-Qur’an, ketika mereka terbiasa mempelajari al-Qur’an, mereka sedang mengupayakan menjaga al-Qur’an dengan menghafalnya, berusaha mengamalkannya dan senantiasa membersamainya, sebagaimana perkataan sebagian ulama, siapa saja yang ingin mengetahui bahwa dirinya mencintai Alloh dan rosulNya, maka perhatikanlah kecintaannya terhadap al-Qur’an, jika ia mencintai al-Qur’an, maka berarti ia mencintai Alloh dan rosulNya..Tetapi kita […]

Berpahala puasa satu tahun penuh Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164) Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa […]
SELALU OPTIMIS AKAN KEBAIKAN DALAM SEGALA KEADAAN

Ujian dan cobaan dalam musim-musim ketaatan kadang dialiri oleh sentuhan-sentuhan lembut dari takdir Allah untuk kebaikan hamba tanpa dia sadari. selalu optimis akan kebaikan dalam segala keadaan. إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ “Sungguh Rabb-ku Maha Lembut terhadap apa-apa yang Dia kehendaki.” (QS. Yusuf : 100)
Permisalan Sedekah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : ”Sedekah termasuk salah satu jenis peperangan. Orang yang penakut akan gemetar mengeluarkannya, sedangkan orang pemberani akan kokoh mengeluarkannya.” (Majmu’ul fatawa, 14/95)
