fbpx

UMAR BIN ABDUL AZIZ ROHIMAHULLOH

Umar bin Abdul Aziz Rohimahulloh

Nama, Nasab dan Kelahiran

Nama dan nasab lengkapnya adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam bin Abu al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab. Ibunya adalah Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khathab radhiyallohu anhu. Kunyah beliau adalah Abu Hafs, al-Quraisy, al-Umawi, al-Madani. Beliau dilahirkan di Hulwan sebuah desa di Mesir pada tahun 61 H. Ayahnya merupakan Gubernur di sana.

Kesemangatan Menuntut Ilmu dan Pengangkatan Khalifah

Ketika ayahnya ingin membawanya keluar, Umar berkata, Wahai ayah, mungkin lebih bermanfaat bagiku dan bagimu bila engkau mengirimku ke Madinah, sehingga aku bisa duduk di majelis para ahli fikih, dan beradab dengan adab-adab mereka, ayahnya pun mengirimkannya ke Madinah. Umar bin Abdul Aziz sudah hafal al-Qur’an sejak masih kecil. Di Madinah Umar bin Abdul Aziz pergi bolak-balik ke rumah Ubaidullah bin Abdullah untuk mendengar ilmu darinya.

Sebelum khalifah Sulaiman bin Abdul Malik meninggal dunia. Beliau menunjuk dengan tepat Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah setelahnya setelah beliau bermusyawarah. Khalifah Sulaiman menuliskan wasiat pengangkatan khalifah tersebut dengan tangannya sendiri yang berbunyi, “Dari Sulaiman kepada Umar. Bismillahirahmannirrahim. Ini adalah surat dari hamba Alloh, Sulaiman, Amirul Mukminin, kepada Umar bin Abdul Aziz. Sesungguhnya aku mengangatnya sebagai khalifah sesudahku, dan sesudahnya adalah Yazid bin Abdul Malik. Maka dengarlah dia dan taatilah, bertakwalah kalian kepada Alloh dan janganlah berselisih sehingga timbul ketamakan (musuh) terhadap kalian.”

Akhlak, Zuhud, Wara’ dan Ibadahnya

Abu Nu’aim menjelaskan biografi Umar bin Abdul Aziz Rohimahulloh, “Beliau adalah orang nomor satu dari generasinya dalam hal keutamaan, dan paling unggul dari kaum kerabatnya dalam hak keadilan. Dia menghimpun zuhud dan kesucian diri, wara’, dan sifat merasa cukup. Dia disibukkan oleh kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, dan menegakkan keadilan telah memalingkannya dari kezaliman. Dia adalah khalifah yang menjaga keamanan dan perdamaian untuk rakyatnya, serta sebagai hujjah dan bukti atas siapa saja yang menyelisihinya. Dia adalah orang yang cakap lagi berilmu, mampu memberikan pemahaman lagi bijaksana.”

Rasa takut Umar bin Abdul Aziz kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala bisa tergambar pada kisah saat Ibnu al-Ahtam mengunjungi Umar, lalu dia tidak henti-hentinya menasihati Umar sementara Umar menangis hingga jatuh pingsan. Pernah juga, suatu hari dia menangis, Fatimah istrinya pun ikut menangis, dan seluruh penghuni rumah ikut menangis tanpa diketahui sebabnya. Tatkala Fatimah bertanya mengapa dia menangis, Umar pun menjawab, “Aku teringat tempat berpulang orang-orang di hadapan Alloh, satu golongan di Surga dan satu golongan lainnya di Neraka.” Kemudian beliau menangis lagi semakin keras hingga jatuh pingsan.

Kedudukan Umar bin Abdul Aziz Rohimahulloh tidak akan ada perdebatan lagi dalam segala hal. Hal ini menunjukkan bagaimana kemuliaan beliau. Imam Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Khalifah itu ada lima: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan Umar bin Abdul Aziz.” Sufyan juga mengatakan, “Para ulama bersama Umar bin Abdul Aziz adalah bagaimana murid-murid.”

Pada saat Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur di Madinah, sahabat nabi Anas bin Malik mengatakan, “Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam pun sesudah Rasulullah shallAllohu alaihi wasallam yang lebih mirip shalatnya dibandingkan pemuda ini.” Yakni Umar bin Abdul Aziz.

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Sesungguhnya Alloh mendatangkan kepada manusia pada setiap penghujung seratus tahun (satu abad) orang yang mengajarkan sunnah-sunnah kepada mereka dan menghilangkan kedustaan dari Rasulullah. Kami memperhatikan, ternyata di penghujung seratus pertama adalah Umar bin Abdul Aziz dan di penghujung seratus tahun kedua adalah Imam asy-Syafii.”

Nasihat dan Kata-kata Mutiara

Di antara nasihat yang pernah disampaikan oleh Umar bin Abdul Aziz adalah, “Barangsiapa yang kematian dekat dengan hatinya, maka dia akan memperbanyak apa yang ada di hadapannya (bekal akhirat).” Beliau juga mengatakan, “Tiada kebaikan pada kehidupan seseorang yang tidak memiliki bagian dari Alloh di negeri keabadian. Jika dunia membuat manusia terkagum, maka sesungguhnya ia kenikmatan yang sedikit. Sementara kepunahannya sudah dekat.”

Guru-guru dan Murid-murid Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz menimba ilmu dari banyak guru. Di antara mereka adalah sahabat nabi yang bernama Anas bin Malik, Urwah bin az-Zubair, ar-Rabi’ bin Sabrah bin Ma’bad al-Juhani, as-Sa’ib bin Yazid, Amir bin Sa’ad bin Abi Waqash, dan Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf. Adapun di antara murid-murid Umar bin Abdul Aziz adalah Abu Bakar bin Hazm, Raja’ bin Haiwah, Ibnu Munkadir, az-Zuhri, Anbasah bin Sa’id, Ayyub as-Sakhtiyani, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin terhitung.

Wafatnya Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz wafat di Dair Sam’an pada bulan Rajab 101 H pada usia 39 tahun. Baliau wafat karena diracun oleh seorang budak pelayan yang dibayar oleh seseorang dengan seribu dinar dan dijanjikan untuk dimerdekakan. Pelayan tersebut dihadapkan kepada Umar, beliau berkata, “Celaka kami! Apa yang mendorongmu memberi aku minum racun?” Dia menjawab, “Imbalan seribu dinar yang akan diberikan kepadaku dan aku dijanjikan akan dimerdekakan.” Umar mengatakan, “Bawalah kemari seribu dinar itu.” Ketika dia membawanya, maka Umar memasukannya ke Baitul Mal dan mengatakan kepadanya, “Pergilah ke tempat yang tidak ada seorang pun melihatmu.” Latar belakang pembunuhan ini adalah disebabkan ketegasan beliau dalam menegakkan keadilan.

www.takrimulquran.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Admin
1
Chat Kami Sekarang
Assalamualaikum.. Kak, ingin berdonasi sekarang ?
Anda akan Terhubung dengan admin melalui WhatsApp